Artikel Islam

Kesungguhan Hati Dalam BerIslam
Tampilkan postingan dengan label Bulan Hijriah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulan Hijriah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Desember 2010

DOA AKHIR TAHUN….

Selamat Tahun Baru 1432H
Semoga Allah meridhoi segala niat dan usaha-ibadah kita di dunia ini.
Semoga Allah memberikan Hidayah, Berkah, Keselamatan, Kesehatan, Rezeki, di tahun-tahun mendatang hingga ajal menjelang.
Semoga Allah tetap meneguhkan nikmat Iman dan Islam dalam hati kita.

Ya Rabb jangan tinggalkan hamba meski hanya sedetik pun, karena hamba tidak akan sanggup menghadapi dunia tanpaMu..

DOA AKHIR TAHUN….



Bismillaahirrahmaanirraahiim, wa shollalloohu’alaa sayyididinaa muhammaadin wa’alaa aalihi wa shohbihii wa sallama, Alloohumma maa’amiltu fii hadzihis sanati mimmaa nahaitanii’anhu falam atub minhu wa lam tardhohu wa lam tansahu wa hamiltu ‘alayya ba’da qudrotika ‘uquubati wa da’autanii ilattaubati minhu ba’da jiroo-atii ‘alaa ma’shiyatika fa-innii astaghfiruka faghfirlii bifadhlika wa maa’amiltuhu fiiha mimma tardhoohu wa wa’adtanii ‘alaihits tsawaba wa as-aluka. Alloohumma yaa kariimu yaadzal jalaali wal ikroomi antaqobbalahu minnii walaa taqtho’ rojaa-i minka yaa kiriimu wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihii wa sallama.

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau. Wahai Tuhanku, apa yang hamba perbuat sepanjang tahun ini berupa perbuatan perbuatan yang Paduka larang hamba melakukannya, sedangkan hamba belum bertaubat dari padanya dan Paduka tidak meridhainya dan tidak melupakannya, dan Padukapun telah menyayangi hamba setelah Padukapun kuasa untuk menyiksa hamba, kemudian Paduka menyeru hamba untuk bertaubat setelah hamba bermaksiat kepada Paduka. Karena itu, hamba mohon ampunan dari Paduka, maka ampunilah hamba dengan Anugerah-Mu.
Dan apa yang telah hamba kerjakan ditahun ini adalah berupa perbuatan yang Paduka ridhai dan Paduka janjikan pahala atasnya, Hamba mohon pada-Mu wahai Tuhanku, Dzat Yang Maha Mulia, yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, agar Paduka terima amalan hamba dan jangan hendaknya Paduka putuskan harapan hamba dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau.”

*********


DO’A AWAL TAHUN….



Bismillaahirohmaanirrohiim. wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihii wa sallama. Allohumma antal abadiyyul qodiimul awwalu wa ‘alaa fadhlikal ‘adliimi wujuudikal mu’awwali wahaadza’aamunjadiidun qod aqbala nas-alukal ‘ishmata fiihi minasysyaithooni wa auli yaa-ihi wa junuudihi wal ‘auni ‘alaa haadzihil ammaaroti bissuu-i wal istighooli bimaa yuqorribunii ilaika zulfa yaa dzal jallali wal ikroom. wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihii wa sallama.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau.
Wahai Tuhanku, Paduka adalah Dzat Yang Maha Kekal, dahulu dan Awal. Hanya denga anugrah dan kemurahan-Mu yang agung, telah datang tahun baru. Di tahun ini kami memohon pemeliharaan-Mu dari Syetan, kekasihnya dan balatentaranya, dan kami memohon pertolongan-Mu atas hawa nafsu yang mengajak kepada kejelekan, dan kami memohon kesibukan dengan perbuatan yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau.”

Amiin ya robbal ‘alamiin…

Wallohua’laam bishshowab…

[+/-] Selengkapnya...

Doa Awal Tahun Baru Hijriyah

Doa Awal Tahun Baru Hijriyah

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH, 1 MUHARRAM 1432 H.

Bismillaahi rrahmaani rrahiim
Washallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam. Allaahumma antal abadiyyul qadiimul awwal. Wa 'alaa fadhlikal 'azhiimi wa juudikal mu'awwal. Wa haadza 'aamun jadiidun qad aqbal. Nas-alukal 'ishmata fiihi minasysyaithaani wa auliyaaihi wajunuudihi wal 'auna 'alaa haadzihin nafsi ammaarati bissuui wal istighaala bimaa yuqarribuuni ilaika zulfaaya dzal jalaali wal ikraam. Wa shallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam

Artinya :

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Dan semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW. Keluarganya dan para sahabat. Ya Allah, engkaulah yang abadi, dahulu, lagi awal. Dan hanya kepada anugerahMu yang Agung dan kedermawananMu tempat-tempat bergantung. Tahun ini benar-benar telah menghadap (datang).
Kami meminta kepadaMu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami meminta bantuan untuk mengalahkan hawa nafsu yang mengajak keburukan dan kami meminta bantuan agar dapat sibuk dengan sesuatu yang dapat mendekatkan pahala disisiMu, wahai Dzat yang mempunyai keagungan dan kemuliaan.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya.

Doa ini dibaca setelah shalat maghrib pada awal tahun hijriyah.

Semoga Allah SWT senantiasa merahmati setiap rencana dan ikhtiar kita ditahun ini, Amin

[+/-] Selengkapnya...

Sejarah Kalender Hijriah

Sejarah Kalender Hijriah

Diambil dari seksi Kementerian Urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah dan Penyuluhan Kerajaan Saudi Arabia

Khalifah Umar bin Khatab r.a. adalah orang yang pertama menggunakan kalender bulan kamariah berdasarkan peristiwa hijrah Nabi saw. dari Mekah ke Madinah. Beliau menjadikan peristiwa yang terjadi pada tahun 622 M. itu sebagai awal penanggalan dalam Islam.

Dalam penulisan tahun Hijrah tersebut, sudah biasa ditulis dengan (هـ) dalam bahasa Arab atau (A.H.) singkatan dari Anno Hegirea (sesudah hijrah) untuk bahasa-bahasa Eropah, sedangkan untuk bahasa Indonesia biasa ditulis dengan (H.). Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 1 Muharam, bertepatan dengan 16 Juli 622 M.

Kalender Hijriah (Islam) ini terdiri dari dua belas bulan, dengan urutan sbb.: (Muharam, Safar, Rabiulawal, Rabiulakhir, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rajab, Syakban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah dan Zulhijah)

Di antara hari-hari besar yang terdapat dalam kalender Hijriah (Islam) adalah; Tahun Baru Hijriah, tanggal 1 Muharam, Peringatan Israk Mikraj, tanggal 27 Rajab, Awal Bulan Suci Ramadan, Lailatulkadar, sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, Idul Fitri, tanggal 1 Syawal, Idul Adha, tanggal 10 Zulhijah dan Musim Haji, dari tanggal 8 s/d 13 Zulhijah.

Mengingat bahwa kalender hijriah dihitung berdasarkan rotasi bulan yang berlawanan dengan rotasi matahari, mengakibatkan bahwa semua hari-hari besar Islam, dapat terjadi pada musim-musim yang berbeda. Sebagai contoh, musim haji dan bulan puasa, bisa terjadi pada musim dingin atau pada musim panas.

Yang perlu diperhatikan adalah :

* Hari-hari besar Islam tidak akan terjadi persis dengan musim kejadiannya, kecuali sekali dalam 33 tahun.

* Kita sering menemukan perbedaan antara beberapa kalender hijriah yang dicetak, perbedaan tersebut terjadi karena:
- Pertama, tidak ada standardisasi internasional tentang cara melihat anak bulan.
- Penggunaan cara penghitungan dan proses melihat bulan yang berbeda.
- Keadaan cuaca dan peralatan yang dipakai dalam melihat anak bulan.

Dari sini, maka tidak akan ditemukan adanya program penanggalan hijriah yang 100 persen benar, sehingga proses melihat anak bulan (rukyah) masih tetap relevan dalam penentuan hari besar seperti bulan puasa, Idul Fitri dan Idul Adha.

[+/-] Selengkapnya...

Cara Mudah Menghafal Bulan Hijriyah

Cara Mudah Menghafal Bulan Hijriyah

Pertama, yang harus diingat adalah tahun hijriah berdasarkan hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinnah. Kalau lupa nama bulan pertama, ingat saja nama Rasul dan nama kota yang dituju beliau: Muhammad dari Mekkah Mukarrahmah ke Madinah, ketemulah kata Muharram. Hijrahnya Rasul adalah suatu perjalanan suci. Perjalanan dalam bahasa Arab adalah Safar. Itulah nama bulan kedua.

Selanjutnya, 4 bulan berikutnya merupakan bulan yang mengandung kata-kata awal dan akhir/tsani. Sesampainya Rasul berhijrah dan melakukan perjalanan, Rasul tercinta berulang tahun di Madinah. Kelahiran Rasul ada di bulan Rabi’ul Awal. Itu nama bulan ketiga. Ingat rumusannya tadi, ada kata awal harus ada akhir, jadilah Rabi’ul Akhir atau Rabi’ul Tsani sebagai bulan ke empat. Masih ada dua bulan lagi setelahnya yang mengandung awal dan akhir, yaitu Jumadil Awal dan Jumadil Akhir/Tsani sebagai bulan yang ke lima dan ke enam.

Nah, 4 bulan berikutnya, terdiri dari kombinasi RS-RS. Apa itu? Ingat saja doa Rasul pada saat bulan Rajab: ‘Sampaikan aku di bulan Sya’ban dan Ramadhan‘. Kalau sudah ketemu Ramadhan pasti ingat bulan Syawal. Jadi RS-RS adalah Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal.

2 bulan terakhir, diawali dengan kata Dzul. Bulan ke sebelas adalah Dzulkhaidah dan yang terakhir adalah bulan haji, yaitu Dzulhijjah.

Jadi urutan bulan dalam kalender Hijriah adalah Muharram, Safar, Rabi’ul Awal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulkhaidah dan Dzulhijjah. Gampang bukan?

selamat mencoba menghafal ya.
(bookletshohiby.blogspot.com)

[+/-] Selengkapnya...

Followers

 

Pencarian kata

powered by Answers.com

Hamba Allah

Foto Saya
Kurniawan Bogo Yustanto
Kubukan Seorang Penulis Maupun Seorang Ustadz atau Kyai, Diriku hanya seseorang Yang Mencoba Untuk Bisa Saling Berbagi Mengenai Agama Islam yang Sempurna ini. Seluruh isi Artikel di Blog ini bebas Etika Copy/Paste. Diperbolehkan COPY seluruh isi blog ini. Karena begitu indahnya berbagi ilmu dan mencoba untuk berdakwah :) Indahnya Kebersamaan Dalam Islam
Lihat profil lengkapku

Ajang Silaturohim :

Jadwal Shalat Kota Semarang