Akan datang suatu zaman atas manusia
Hendaklah kita menyadari, bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Kita hanya menumpang lewat. Dunia adalah waktu dan tempat beramal. Janganlah terepesona oleh kehidupan dunia, sehingga membuat kita lalai dari hakikatnya serta melalaikan kewajiban kepada Allah subahanahu wata’ala yang menciptakan kita. Betapa banyak peringatan dari Allah subhanahu wata’ala dan RasulNya tentang hinanya kehidupan dunia.
Allah SWT berfirman :
"Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka, dan telah mengolah bumi serta memakmurkannya lebih dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka. Akan tetapi, merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri." (QS. Al-Rum 30:9)
Untuk menjelaskan Al-Quran yang saya bacakan di atas, sebagian ulama tafsir Al-Quran menyebutkan sabda Rasulullah saw berikut :
"Akan datang suatu zaman atas manusia. Perut-perut mereka menjadi Tuhan-tuhan mereka. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Dinar-dinar mereka menjadi agama mereka. Kehormatan mereka tergeletak pada kekayaan mereka. Waktu itu, tidak tersisa iman sedikit pun kecuali namanya saja. Tidak tersisa Islam sedikit pun kecuali ritual-ritualnya saja. Tidak tersisa Al-Quran sedikit pun kecuali pelajarannya saja. Masjid-masjid mereka makmur dan damai, akan tetapi hati mereka kosong dari petunjuk. Ulama-ulama mereka menjadi makhluk Allah yang paling buruk di permukaan bumi. Kalau terjadi zaman seperti itu, Allah akan menyiksa mereka dan menimpakan kepada mereka berbagai bencana : Kekejaman para penguasa, kekeringan masa, dan kekejaman para pejabat serta pengambil keputusan."
Maka takjublah para sahabat mendengar pembicaraan Nabi. Mereka bertanya, "Wahai Rasul Allah, apakah mereka ini menyembah berhala ?"
Nabi menjawab, "Ya ! Bagi mereka, setiap serpihan dan kepingan uang menjadi berhala."
Dalam hadis di atas, Nabi meramalkan akan datang suatu zaman ketika manusia menjadikan uang sebagai berhala mereka. Setiap keping uang, setiap keping dirham, dolar dan rupiah ... menjadi berhala. Rasulullah menggambarkan dengan indah : Pada zaman itu, manusia mempertuhankan perutnya.
Kalau yang disebut Tuhan adalah sesuatu yang diikuti dan ditaati tanpa memikirkan alasan-alasan apa pun, maka orang akan menaati keinginan dan perut mereka dengan melakukan apa saja. Mereka mau menghabiskan malam seluruhnya hanya untuk mengisi perutnya. Dulu di zaman Rasulullah, orang-orang yang taat ibadah kepada Allah menghabiskan malamnya dengan menunaikan shalat malam (tahajjud). Nanti, akan datang suatu zaman ketika manusia begadang sepanjang malam, untuk kepentingan perutnya. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Seks menjadi kejaran mereka.
Mereka bertindak dan bekerja, dengan pikiran yang sepenuhnya terpusat ke arah itu. Tumpukan uang menjadi agama mereka. Kemuliaan seseorang pada zaman itu, diukur berdasarkan kekayaannya. Manusia memberikan penghormatan kepada orang yang memiliki banyak kekayaan. Maka di saat seperti itu, manusia berlomba-lomba menumpuk kekayaan untuk menunjukkan kemuliaan dan kehormatan mereka di tengah-tengah masyarakat.
Pada waktu itu, kata Rasulullah, iman hanya tinggal namanya saja. Islam hanya tinggal upacara ritualnya saja. Al-Quran hanya tinggal pelajarannya saja. Orang-orang mungkin ramai belajar Al-Quran, tetapi tidak mencoba hidup dengan ajaran Al-Quran. Mereka mungkin membaguskan suara Al-Quran, tetapi tidak membaguskan akhlak mereka dengan ajaran Al-Quran. Nabi saw juga mengatakan bahwa masjid-masjid pada masa itu ramai. Akan tetapi, hati penghuninya kosong dari petunjuk Allah. Ulama-ulama yang membimbing mereka, hanya dihormati karena pakaiannya saja.
Dalam riwayat yang lain, Nabi mengatakan bahwa :
"Orang tidak mengenal ulama kecuali karena pakaiannya yang khas, dan bukan karena ilmu serta akhlaknya. Orang tidak mengenal Al-Quran kecuali dengan suaranya yang baik. Mereka tidak beribadah kepada Allah kecuali di bulan Ramadhan saja. Bila ulama-ulamanya sudah seperti itu, dan bila umat Muslim hanya bersungguh-sungguh melakukan ibadah di bulan Ramadhan saja, maka mereka akan diberi penguasa yang tidak memiliki ilmu. Tidak ingin memaafkan rakyatnya. Dan tidak mempunyai kasih sayang kepada rakyatnya pula."
Takjub mendengarkan ucapan Rasulullah yang melukiskan keadaan zaman itu, para sahabat pun bertanya : "Wahai Rasul Allah, apakah mereka menyembah berhala ?" Nabi menjawab : "Benar. Hanya saja berhalanya bukanlah berhala yang dipahat dalam bentuk makhluk-makhluk tertentu. Berhalanya adalah uang. Mereka menyembah, mengabdi, dan mencurahkan seluruh hidupnya untuk uangnya."
Lalu Rasulullah saw bersabda :
"Nanti pada akhir zaman, ada sekelompok orang dari umatku yang datang ke masjid. Mereka duduk dalam barisan yang rapat. Mereka berzikir. Namun zikir mereka adalah dunia, dan kecintaan mereka terpaut pada dunia. Janganlah kamu duduk bersama mereka, karena Allah tidak berkepentingan dengan mereka."
Kalau dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis di atas, Nabi menceritakan pada kita tentang suatu zaman ketika manusia mencintai dunia dengan amat berlebihan, dan ketika mereka menjadikan dinar dan dirham sebagai berhala-berhala mereka ... maka beliau juga mengingatkan kita bahwa begitu cintanya manusia nanti di akhir zaman pada dunia, sampai-sampai mereka menjalankan ibadah sekali pun, demi kepentingan dunia mereka.
Di dalam Ihya Ulumuddin, ketika menjelaskan ibadah haji, Imam al-Ghazali meriwayatkan sebuah hadis tentang situasi ibadah haji di akhir zaman. Rasulullah saw bersabda :
"Nanti di akhir zaman, ada empat macam orang menjalankan ibadah haji dari empat macam golongan masyarakat. Mereka adalah penguasa, pedagang, orang miskin dan para ulama. Penguasa akan menjalankan ibadah haji sebagai sejenis pesiar atau wisata. Pedagang akan menunaikan haji untuk kepentingan bisnis mereka. Orang miskin menunaikan haji untuk mengemis. Para ulama menunaikan haji hanya untuk memperoleh popularitas."
Jadi keempat golongan di atas, menunaikan ibadah haji hanya demi kepentingan dunia mereka semata. Mereka memang berzikir. Hanya saja, sebagaimana disabdakan Rasulullah, zikir mereka adalah dunia. Memang ada kecintaan di hati mereka. Akan tetapi, dalam hati mereka, kecintaan pada dunia jauh lebih besar dari kecintaan pada Allah. Mudah-mudahan Allah swt mencabut kecintaan kita pada dunia, dan memusatkan hati kita untuk lebih mencintai-Nya.
Saya akan menyebutkan salah satu obat untuk mengurangi kecintaan pada dunia. Meninggalkan dunia tidak berarti bahwa kita harus meninggalkan pekerjaan, tidak mencari nafkah, dan tidak bekerja keras. Mencari harta yang halal, diperintahkan oleh Allah swt. Malahan menurut Rasulullah, orang yang payah dalam mencari nafkah, bekerja keras dan kurang tidur demi mencari nafkah yang halal, beroleh pahala yang bisa menghapus dosa-dosanya. Rasulullah juga menyatakan bahwa ada dosa-dosa yang tidak bisa dihapus dengan apapun, kecuali dengan kesusahan dan kepayahan mencari nafkah.
Obat untuk menghilangkan kecintaan pada dunia adalah bahwa kita bekerja keras untuk mencari nafkah dan harta. Akan tetapi, kita juga tidak ragu-ragu untuk membagikannya kepada orang lain. Sebagian dari rezeki Allah itu kita bagikan, dan distribusikan untuk membahagiakan sesama manusia.
Ujilah kecintaan kita pada dunia manakala Allah memanggil kita untuk mengorbankan harta kita demi kepentingan agama Allah, demi kepentingan umat Muslimin, dan demi menolong orang-orang yang mendapat musibah dan kesusahan. Kalau kita masih saja menahan harta kita ketika Allah memintanya, maka hal itu membuktikan bahwa kita lebih mencintai dunia ketimbang Allah SWT
- Dikutip dari Buku Kang Jalal “Meraih cinta Illahi” yang berjudul : Berhala Uang” karya KH. Jalaluddin Rakhmat dengan sedikit tambahan
Jumat, 08 Oktober 2010
Akan datang suatu zaman atas manusia
Rabu, 27 Mei 2009
Peran "HATI" dalam Kehidupan Kita
Mengambil Hikmah dari Habbatus Sauda'
Ibnu Hilman
17 Juni 2005
Habbatus sauda' atau di Indonesia dikenal dengan sebutan jintan hitam
adalah salah satu anugerah yang Allah berikan kepada manusia. Dia
menganjurkannya untuk dikonsumsi oleh manusia, baik ketika mereka sedang
sakit, maupun di kala sehat (untuk menjaga stamina). Hal ini sebagaimana yang
disampaikan melalui lisan rasul-Nya,
Sesungguhnya pada al-habbatus sauda' itu terdapat obat dari segala
penyakit, kecuali maut. 1
Dan sebagai salah satu keutamaan para sahabat adalah semangat mereka dalam
melaksanakan segala perintah bahkan anjuran rasulullah walaupun itu amalan
sunnah, terlebih lagi yang wajib. Hal ini merupakan bentuk cinta mereka
terhadap beliau.
Mungkin ada sebagian dari kaum muslimin ketika membaca hadits di atas
terbesit dalam hati kita, "Apa iya, semua penyakit?" Sebagian yang lain
(termasuk orang kar pun) justru menambah semangat mereka untuk meneliti
zat tersebut.
Nigella Sativa, nama latin dari habbatus sauda', sudah dikenal sejak zaman
yunani kuno. Konon, raja-raja Yunani dikubur bersama dengan biji-biji Nigela
Sativa yang berfungsi untuk mengawetkan mayat.
Ahli pengobatan Yunani kuno, Dioscoredes, pada abad pertama mencatat
bahwa Nigella Sativa digunakan untuk mengobati sakit kepala, saluran
pernafasan, sakit gigi, dan cacing usus. 2
1HR. Muslim no. 2215.
2Majalah Natural Edisi 01 Januari 2005, hal. 30.
1
Penelitian terbaru membuktikan, si biji hitam ini mempunyai kemampuan
untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, asma bronkial dan bronkitis, rematik
dan meningkatkan produksi ASI.
Kandungan nigella:3
1. Oleat (Omega 9), Linoleat (Omega 6), Linolenat (Omega 3)
2. Minyak-minyak volatile atau minyak esensial
3. Fitosterol
4. Alkaloid (Nigelleine dan Nigellamine-n-oxide)
5. Asam-asam Amino
6. Jika dicampur dengan ginseng bersungsi sebagai adaptagon untuk
menormalkan fungsi organ tubuh dengan cara melancarkan peredaan darah.
Ginseng juga berfungsi menguatkan vitalitas.
Khasiat Nigella Sativa4
Berdasarkan kandungan Nigella seperti tersebut di atas, maka dapat diperoleh
berbagai macam manfaat seperti dibawah ini:
1. Menguatkan sistem kekebalan
Berdasarkan hasil penilitian, jintan hitam dapat meningkatkan jumlah cells
T, yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Evektitasnya
hingga 72% jika dibandingkan dengan plasebo (hanya 7%). Dr. Basil
Ali dan koleganya dari College of Medicine, di Universitas King Faisal,
mempublikasikannya dalam jurnal Pharmasetik Saudi.
Keampuhan ekstrak Nigella diakui oleh Prof. G Reitmuller, Direktur
Institut Immonologi dari Universitas Munich, dapat meningkatkan sistem
kekebalan tubuh dan dapat digunakan sebagai bioregulator. Dengan
demikian, Nigella dapat dijadikan obat untuk penyakit yang menyerang
kekebalan tubuh seperti kanker dan AIDS.
3Ibid.
4Ibid, hal. 31.
2
2. Meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan kewaspadaan
Dengan kandungan asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3),
Nigella merupakan nutrisi bagi sel otak yang berguna untuk meningkatkan
daya ingat dan kecerdasan. Nigella juga memperbaiki mikro (peredaran
darah) ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan
dan lansia.
3. Meningkatkan bioaktivitas hormon
Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endoktrin, yang
masuk dalam peredaran darah.
Dalam tubuh manusia terdapat berbagai jenis hormon, di antaranya
hormon reproduksi yang berhubungan dengan gairah seksual. Salah satu
kandungan Nigella adalah setrol yang berfungsi sintesa dan bioaktivitas
hormon.
4. Menetralkan racun dalam tubuh
Racun dapat mengganggu metabolisme dan menurunkan fungsi organ
penting seperti hati, paru-paru dan otak. Gejala ringan keracunan dapat
berupa diare, muntah, pusing, gangguan pernapasan dan menurunkan daya
konsentrasi. Nigella mengandung saponin yang dapat menetralkan dan
membersihkan racun dalam tubuh.
5. Mengatasi gangguan tidur dan stress
Sapion terdapat pada Nigella mempunyai fungsi seperti kortikosteroid yang
dapat mempengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta mempengaruhi
fungsi jantung, ginjal, otot tubuh, dan syaraf. Sapion berfungsi untuk
mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur dan
dapat menghilangkan stress.
6. Anti histamin
Histamin adalah sebuah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang
memberikan reaksi alergi seperti pada asma bronchial.
3
Minyak yang dibuat dari Nigella dapat mengisolasi dithymoquinone,
minyak ini sering disebut nigellone yang berasal dari Volatile Nigella.
Pemberian minyak ini berdampak positif terhadap penderita asma
bronchial.
Penelitian yang dilakukan oleh Nirmal Chakravaty MD pada tahun 1993,
membuktikan kristal dari negellone memberi efek suppressive. Kristalkristal
ini dapat menghambat protemkinase C, sebuah zat yang memicu
pelepasan histamin.
Penelitian lain juga membuktikan hal serupa. Kali ini dilakukan oleh
Dr. Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas Munich
ia melakukan pengujian terhadap 600 orang yang menderita alergi.
Hasilnya cukup meyakinkan, 70% yang menderita alergi terhadap debu,
serbuk, jerawat, dan asma sembuh setelah diberi minyak Nigella. Dalam
praktiknya, DR. Schleincher memberi resep Nigella ke pasiennya yang
menderita inuenza.
7. Memperbaiki saluran pencernaan dan anti bakteri
Nigella mengandung minyak atsii dan minyak volatil yang telah diketahui
manfaatnya untuk memperbaiki pencernaan. Secara tradisional mminyak
atsiri digunakan untuk obat diare.
Pada tahun 1992, Jurnal Farmasi Pakistan memuat hasil penelitian yang
membuktikan volatile lebih ampuh untuk membunuh strain bakteri V
Cholera dan E Coli dibandingkan dengan anti biotik seperti ampicillin dan
tetrasiklin.
8. Melancarkan air susu ibu
Koordinasi bagian lemak tidak jenuh dan struktur hormonal yang terdapat
pada Nigella dapat melancarkan air susu ibu. Penelitian ini kemudian
dimuat dalam literatur penelitian Potchestroom, tahun 1989.
9. Tambahan nutrisi pada ibu hamil dan balita
Pada masa pertumbuhan, anak membutuhkan nutrisi untuk meningkatkan
sistem kekebalan tubuh secara alami, terutama pada musim hujan, anakanak
akan mudah terkena u dan pilek. Kandungan Omega 3, Omega 6 dan
4
Omega 9 yang terdapat pada Nigella merupakan nutrisi yang membantu
perkembangan jaringan otak balita dan janin.
10. Meremajakan sel-sel kulit dan menunda proses penuaan
Kulit merupakan salah satu organ tubuh terluar yang penting. Fungsinya
melindungan tubuh dari benturan sik, kuman, dan jamur. Nigella sangat
baik untuk menjaga kelembaban, kehalusan, dan keremajaan kulit.
11. Nutrisi bagi lansia dan food suplement
Kaya akan kandungan nutrisi sebagai tambahan energi sangat deal untuk
orang yang berusia lanjut, terutama untuk menjaga daya tahan tubuh dan
relativitas sel otak agar tidak cepat pikun.
Nigella juga mengandung 15 macam asam amino penyusun isi protein
termasuk di dalamnya 9 asam amino esensial. Asam amino tidak dapat
di produksi oleh tubuh dalam jumlah yang cukup, oleh karena itu harus
diperoleh dari makanan.
12. Pada kongres kanker internasional di New Delhi pada musim gugur
yang lalu, minyak Nigella diperkenalkan ilmuan kanker Immono Biology
Laboratory, dari California Selatan.
"Nigella sativa dapat merangsang sumsum tulang dan sel-sel kekebalan.
Interferon-nya menghasilkan sel-sel normal terhadap virus yang merusak
sekaligus menghancurkan sel-sel tumor dan meningkatkan antibodi.
Penutup
Sebagai penutup, ada yang harus diingat dan disadari oleh kaum muslimin yaitu
berupa hikmah bahwa semua yang datang dari Allah dan rasul-Nya mengandung
hikmah yang sangat tinggi dan tak terbatas. Dan habbatus sauda' hanyalah
contoh kecil dari sekian banyak hal dari Allah dan rasul-Nya.
Dahulu, akal manusia belum sampai untuk bisa mengungkap khasiat dan
kegunaan habbatus sauda', namun sekarang dan insya Allah di masa depan,
seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuian manusia, sebagian khasiatnya
diketahui.
Begitu juga dengan hal-hal yang Allah syari'atkan lainnya. Akal kita terlalu
lemah untuk bisa mengungkap hikmah dibalik semua yang disyariatkan-Nya.
5
Cukuplah bagi kita merupakan suatu keutamaan kalau kita bisa mengungkapkan
sebagiannya saja.
Akhirnya, untuk menyempurnakan penutup ini, simak perkatan Ibnul
Qoyyim, sebagai wakil dari orang alim yang mengungkap berbagai hikmah di
dalam bukunya Miftah Daris Sa'adah mengenai keutamaan dari apa yang
Allah syari'atkan, namun beliau tidak mengedepankan akal, bahkan akal itu
tunduk kepada apa yang dibawa Allah dan rasul-Nya. Beliau berkata,
Jika engkau perhatikan hikmah yang menakjubkan dari syariat
agama Islam ini, tidak ada untaian kalimat yang bisa menerangkannya
dan tidak ada satu pun akal yang bisa mengusulkan sebuah
syariat yang lebih sempurna darinya. Maka cukuplah sebagai
sebuah kesempurnaan akal kalau kita mengetahui keagungan dan
keutamaannya. 5
5Miftah Darus Sa'adah, 2/308. Dari majalah Al-Furqon Edisi 6 tahun IV hal. 32.
6





