SHALAT-SHALAT SUNNAH
Shalat adalah ibadah yang terdiri dari kata-kata dan perbuatan yang diawali
dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Rasulullah bersabda :
Artinya : "Shalatlah sebagaimana kalian melihat saya shalat" (Al Bukhari)
Apabila seseorang hendak mengerjakan shalat, maka wajib berwudhu terlebih
dahulu jika ia berhadats kecil, atau bertayammum jika ia tidak memperoleh air atau
sedang dalam kondisi yang tidak diizinkan memakai air. Selain itu ia juga harus terlebih dahulu membersihkan badan, pakaian dan tempat shalat dari najis.
Allah Rabbul ‘Alamin telah mewajibkan umat Islam untuk melaksanakan shalat
lima waktu dalam sehari semalam. Tidak diragukan lagi, bahwa shalat yang lima waktu
ini merupakan tiang agama Islam dan salah satu dari rukun-rukunnya. Di samping
shalat fardhu, terdapat pula beberapa jenis shalat yang sifatnya tathawwu’ (sukarela),
yang bermakna bukan merupakan kewajiban yang mutlak. Seluruh shalat yang
disyariatkan di dalam Islam selain yang lima waktu dan sifatnya merupakan tambahan,
maka ia disebut sebagai shalat tathawwu’.
Diriwayatkan, bahwa suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah
SAW, dan bertanya tentang Islam, maka dijawab oleh beliau, “Lima shalat dalam sehari
semalam”. Berkata laki-laki tersebut, “Adakah kewajiban (shalat) yang lain atasku?
Nabi menjawab, “Tidak ada, kecuali atas kemauanmu sendiri (tathawwu’).” (HR. Al-
Bukhari)
Macam-Macam Shalat Tathawwu’.
1. SHALAT SUNNAH RAWATIB
Shalat sunnah rawatib adalah shalat yang dianjurkan atau dilakukan sendiri oleh
Rasulullah SAW yang beriringan dengan shalat lima waktu, baik sebelum atau
sesudahnya. Dalil yang mengisyaratkan hal itu adalah sebagaimana yang diriwayatkan
oleh Imam Muslim dalam shahihnya, Rasulullah SAW bersabda, “Tiadalah seorang
hamba melakukan shalat karena Allah setiap harinya dua belas raka’at atas kemauan
sendiri dan bukan karena wajib, melainkan Allah akan membangunkan untuknya
sebuah rumah di Surga.”
Rincian dari Sunnah Rawatib ini adalah sebagai berikut:
Dua raka’at sebelum fajar (Subuh).
Empat raka’at sebelum Zhuhur dan dua atau empat raka’at setelahnya.
Empat raka’at sebelum Ashar.
“Waktu Shalat Dhuhur untuk daerah JADEBOTABEK adalah = 11:51”
Dua Raka’at sebelum Maghrib dan dua rakaat setelahnya.
Dua Raka’at sebelum Isya’ dan dua rakaat setelahnya.
2. SHALAT MALAM (QIYAMULLAIL) SERTA SHALAT WITIR
Nabi SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan
adalah puasa pada bulan-bulan Allah yang haram, dan shalat paling utama setelah
shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)
Dalam hadits lain dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu beliau juga bersabda,
“Jadikanlah akhir shalatmu di waktu malam adalah ganjil (witir).” (Muttafaq ‘alaih)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata, “Rasulullah biasa melakukan
shalat antara selesai Isya’ hingga fajar sebanyak sebelas rakaat, beliau bersalam
setiap dua raka’at dan berwitir satu kali.” (HR. Muslim)
Temasuk dalam kategori shalat malam adalah shalat tarawih di bulan Ramadhan
yang dianjurkan agar dilakukan secara berjama’ah karena keutamaannya sangat besar.
3. SHALAT DHUHA/ISYRAQ
Jumlah raka’at yang dianjurkan dalam shalat Dhuha adalah dua, empat, enam,
delapan atau dua belas raka’at, kesemuanya memiliki dasar dari hadits Nabi
Muhammad SAW. Dari Abu Darda’ Radhiallaahu’anhu ia berkata, bersabda Rasulullah
SAW, ”Berpagi-pagi setiap persendian salah seorang dari kalian harus bersedekah,
setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah
sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf sedekah dan nahi mungkar
sedekah. Sepadan dengan itu semua dua raka’at yang dilakukan pada waktu dhuha.”
(HR. Muslim)
4. SHALAT SUNNAH WUDHU
‘Imran bekas budak Utsman Radhiallaahu anhu menceritakan, bahwa ia pernah
melihat Utsman bin Afan minta air lalu berwudhu dengannya. Selesai wudhu ia berkata,
telah bersabda Rasulullah SAW, “Barang siapa berwudhu (seperti wudhu-ku ini) lalu
shalat dua raka’at dan tidak berbicara terhadap diri sendiri, maka Allah akan
mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Al-Bukhari-Muslim)
5. SHALAT TAHIYATUL MASJID
Setiap muslim dianjurkan untuk melakukan shalat dua raka’at ketika masuk
masjid dan ingin duduk di dalamnya. Diriwayatkan dari Abu Qatadah as-Sulami
Radhiallaahu anhu ia berkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda,
“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaklah rukuk dua kali
rukuk (shalat dua rakaat) sebelum duduk.”(HR. al-Bukhari-Muslim)
“Waktu Shalat Dhuhur untuk daerah JADEBOTABEK adalah = 11:51”
Dalam riwayat Al-Bukhari disebutkan, “Apabila salah seorang di antara kalian
masuk masjid, maka janganlah duduk sehingga shalat dua raka’at.”
Shalat antara Adzan dan Iqamah. Dari Abdullah bin Mughaffal berkata, Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Di antara dua adzan ada shalat, di antara dua
adzan ada shalat, pada kali ke tiga beliau mengatakan, bagi siapa yang menghendaki.”
(HR . Syaikhani)
6. SHALAT TAUBAT
Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu ia berkata, ”Aku mendengar Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan dosa
kemudian ia bersuci (berwudhu) dan shalat lalu minta ampun kepada Allah, melainkan
Allah akan mengampuni dosanya itu, beliau lalu membacakan firman Allah pada surat
Ali Imran ayat 135. (HR.at-Tirmidzi, Abi Dawud dan dihasankan oleh al-Albani)
7. SHALAT SEBELUM JUM’AT
Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam
beliau bersabda, “Barangsiapa mandi kemudian mendatangi Jum’at, lalu shalat
semampu yang ia lakukan, kemudian diam hingga imam selesai dari khutbahnya dan
shalat bersamanya, maka diampuni dosa antara Jum’at sebelumnya ditambah lagi tiga
hari.” (HR. Muslim)
8. SHALAT BA’DIYAH JUM’AT
Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata, Rasululllah Shallallaahu alaihi
wa Salam bersabda, ”Apabila salah seorang di antara kalian telah selesai Shalat
Jum’at, maka hendaklah shalat empat rakaat sesudahnya” (HR Muslim)
9. SHALAT DATANG DARI SAFAR
Dari Ka’ab bin Malik ia berkata, ”Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam
apabila datang dari safar yang pertama dituju adalah masjid, lalu shalat di sana dua
rakaat, kemudian duduk bersama orang- orang.”
10. SHALAT ISTIKHARAH
Dari Jabir bin Abdullah ia berkata, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kami
istikharah (minta pilihan) dalam beberapa masalah, sebagaimana mengajarkan satu
surat dari al-Qur’an. Beliau bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian ragu-ragu
akan suatu urusan, maka shalatlah dua raka’at, bukan wajib lalu mengucapkan,
“Allahumma inni astkhiruka…dst. (HR. Al-Bukhari)
11. SHALAT GERHANA
“Waktu Shalat Dhuhur untuk daerah JADEBOTABEK adalah = 11:51”
Shalat Gerhana hukumnya sunnah muakkadah berdasarkan hadits Aisyah
Radhiallaahu anha, dan disebutkan, bahwa shalat yang dilakukan adalah panjang, baik
dalam berdiri, rukuk maupun sujud. Nabi dan para shahabat melakukan shalat ini
sebanyak dua rakaat, dilakukan di masjid tanpa adzan dan iqamah.
12. SHALAT IDAIN
Disebutkan, bahwa Nabi SAW tidak pernah meninggalkannya, dan beliau
menyuruh orang-orang untuk ke luar menuju mushalla (tanah lapang).
Diriwayatkan dari Ummu Athiyah ia berkata, “Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam
memerintahkan kami agar ke luar pada dua hari raya, juga kepada para gadis dan
anak-anak yang mendekati usia baligh. Beliau memerintahkan agar wanita yang
sedang haid menjauhi tempat shalat-nya kaum muslimin.” (HR. Syaikhani)
13. SHALAT ISTISQA’
Shalat Istisqa’ adalah shalat minta hujan, dan disyariatkan ketika lama tidak turun
hujan sehingga mengalami kekeringan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ia berkata,
“Rasulullah SAW Salam ke luar dengan berpakaian sederhana, penuh tawadhu’ dan
kerendahan. Sehingga tatkala sampai di mushalla, beliau naik ke atas mimbar, namun
tidak berkhutbah sebagaimana khutbah kalian ini. Beliau terus menerus berdo’a,
merendah kepada Allah, bertakbir kemudian shalat dua raka’at seperti shalat ketika Ied.
(HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi dan di hasankan oleh al-Albani)
14. SHALAT JENAZAH
Menyalatkan jenazah seorang muslim hukumnya fardhu kifayah, apabila
sebagian sudah ada yang melaksanakan, maka yang lain gugur kewajibannya. Shalat
jenazah memiliki keutamaan yang amat besar sebagaimana disebutkan dalam banyak
hadits Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam.
BEBERAPA MASALAH BERKAITAN DENGAN SHALAT SUNNAH
Shalat Sunnah Lebih Utama Dilakukan di Rumah.
Terkecuali dalam shalat-shalat yang secara khusus telah dijelaskan dengan dalil yang
lebih rinci. Hal ini berdasarkan keumuman hadits dari Zaid bin Tsabit, Rasulullah SAW
bersabda, “Shalatlah kalian wahai manusia di dalam rumah kalian, karena
sesungguhnya shalat yang paling utama adalah shalatnya seseorang di dalam
rumahnya, kecuali shalat maktubah.” (HR. Syaikhoni)
Rutin Menunaikan Shalat Tathawwu’ lebih Utama Meskipun Sedikit.
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiallaahu anha, Rasulullah SAW bersabda, “Wahai
manusia hendaknya kalian beramal sesuai dengan kemampuan, karena
sesungguhnya Allah itu tidak akan bosan, sehingga kalian sendiri yang bosan. Dan
“Waktu Shalat Dhuhur untuk daerah JADEBOTABEK adalah = 11:51”
sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan terus menerus
meskipun sedikit.” (Muttafaq ‘alaih).
Duduk dalam Shalat Sunnah
Dari Imran bin Hushain ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang seseorang yang
shalat dalam keadaan duduk, maka beliau menjawab, “Jika ia shalat dengan berdiri,
maka itu lebih utama, barang siapa yang shalat dengan duduk, maka ia mendapat
separuh pahala orang yang berdiri dan barang siapa yang shalat dengan berbaring,
maka ia mendapat pahala separuh orang yang duduk.”(HR. Al-Bukhari)
Berkata at-Tirmidzi, “Menurut sebagian ulama yang dimaksudkan dalam hadits ini
adalah shalat sunnah.”
Shalat Sunnah di atas Kendaraan
Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu ia berkata, “Rasulullah SAW melakukan shalat di
atas kendaraan ke manapun beliau menghadap, beliau juga berwitir di atasnya.
Hanya saja ia tidak melakukan hal itu dalam shalat wajib (maktubah).”
Shalat Sunnah ketika Safar
Tidak ada petunjuk dari Rasulullah SAW tentang shalat sunnah sebelum & sesudah
shalat wajib ketika dalam kondisi safar kecuali qabliyah Subuh. Yang biasa beliau
lakukan adalah shalat sunnah muthlaq. Dari Amir bin Rubaiah ia berkata, “Aku
melihat Rasulullah SAW di atas onta melakukan shalat dengan isyarat kepalanya.
Beliau menghadap ke arah mana saja (tidak harus mengarah kiblat, red). Tidak
pernah Rasulullah SAW melakukan yang demikian di dalam shalat wajib.” (Muttafaq
‘alaih)
Shalat yang Utama adalah yang Panjang Bacaannya.
Dari Jabirzia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat yang paling utama adalah
yang panjang berdirinya (baca-annya, red).” (HR. Muslim)
Sabtu, 16 Oktober 2010
SHALAT-SHALAT SUNNAH
Shalat Tahajud Menurut Medis Alternatif
Shalat Tahajud Menurut Medis Alternatif
Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.
Tidak percaya?
"Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. "Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya and terbebas dari infeksi dan kanker". Ucap Sholeh. Ayah dua anak itu bukan 'tukang obat' jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam desertasinya yang berjudul 'Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi"
Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan lalu. Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah salat tambahan atau sholat sunah.
Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).
Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunahmendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan.
Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.
Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. "Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan.
Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.
Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden sissa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11* rakaat, masing masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika).
Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. "jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi.
Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress," Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.
Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita ???????
Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik yang bernama "Pengobatan Melalui Al Qur'an" Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran.
Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya. Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal. Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk eberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang 5 waktu yang di wajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam "sepenuhnya" karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.
Kesimpulannya : Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial Masyarakat saat ini.
Jumat, 08 Oktober 2010
Istri Pertama
Istri Pertama
Suatu Kisah Menarik yang penuh hikmah tentang Pedagang Kaya dengan empat Orang Istrinya.
Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri. Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini.
Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita ini kepada semua temannya. Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain.
Begitu juga dengan istri yang kedua. Ia pun sangat menyukainya. Ia adalah istri yang sabar dan pengertian. Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini. Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit.
Sama halnya dengan istri yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarga ini. Dia lah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha sang suami. Akan tetapi, sang pedagang, tak begitu mencintainya. Walaupun sang istri pertama ini begitu sayang padanya, namun, pedagang ini tak begitu mempedulikannya.
Suatu ketika, si pedagang sakit. Lama kemudian, ia menyadari, bahwa ia akan segera meninggal. Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati. “Saat ini, aku punya 4 orang istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri.” Lalu ia meminta semua istrinya datang, dan kemudian mulai bertanya pada istri keempatnya. “Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku dan menemaniku? Ia terdiam. “Tentu saja tidak, “jawab istri keempat, dan pergi begitu saja tanpa berkata-kata lagi. Jawaban itu sangat menyakitkan hati. Seakan-akan, ada pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya. Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga. “Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku? Istrinya menjawab, Hidup begitu indah disini. Aku akan menikah lagi jika kau mati. Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Badannya mulai merasa demam.
Lalu, ia bertanya pada istri keduanya. “Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau ku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku? Sang istri menjawab pelan. “Maafkan aku,” ujarnya “Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu. Jawaban itu seperti kilat yang menyambar. Sang pedagang kini merasa putus asa. Tiba-tiba terdengar sebuah suara. “Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Sang pedagang lalu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana. Dia tampak begitu kurus. Badannya tampak seperti orang yang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, “Kalau saja, aku bisa merawatmu lebih baik saat ku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku.”
Teman, sesungguhnya kita punya 4 orang istri dalam hidup ini. Istri yang keempat, adalah tubuh kita. Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya.
Istri yang ketiga, adalah status sosial dan kekayaan. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah, dan melupakan kita yang pernah memilikinya.
Sedangkan istri yang kedua, adalah kerabat dan teman-teman. Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bisa bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.
Dan, teman, sesungguhnya, istri pertama kita adalah jiwa dan amal kita. Mungkin, kita sering mengabaikan, dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan pribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita di akhirat kelak. Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal belakangan
Ketika Setan Merasa Takut ...
Ketika Setan Merasa Takut ...
Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, "Orang ini memang pantas menjadi sahabatku..!"
Begitu juga ketika waktu dzuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin, " Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!"
Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam......
Kemudian ketika datang waktunya magrib, temannya itu ternyata tidak shalat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu.
Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan shalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi, dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, "Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita !"
Dengan keheranan manusia ini bertanya, "Kenapa engkau ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat ?".
"Aku takut !", jawab setan dengan suara gemetar.
"Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh sujud pada Adam, telah dilaknat oleh Allah SWT; apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud pada-Nya. Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !", kata setan sambil ngeloyor pergi.
Semoga Bermanfaat
Wassalamualaikum wr.wb
Akan datang suatu zaman atas manusia
Akan datang suatu zaman atas manusia
Hendaklah kita menyadari, bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Kita hanya menumpang lewat. Dunia adalah waktu dan tempat beramal. Janganlah terepesona oleh kehidupan dunia, sehingga membuat kita lalai dari hakikatnya serta melalaikan kewajiban kepada Allah subahanahu wata’ala yang menciptakan kita. Betapa banyak peringatan dari Allah subhanahu wata’ala dan RasulNya tentang hinanya kehidupan dunia.
Allah SWT berfirman :
"Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka, dan telah mengolah bumi serta memakmurkannya lebih dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka. Akan tetapi, merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri." (QS. Al-Rum 30:9)
Untuk menjelaskan Al-Quran yang saya bacakan di atas, sebagian ulama tafsir Al-Quran menyebutkan sabda Rasulullah saw berikut :
"Akan datang suatu zaman atas manusia. Perut-perut mereka menjadi Tuhan-tuhan mereka. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Dinar-dinar mereka menjadi agama mereka. Kehormatan mereka tergeletak pada kekayaan mereka. Waktu itu, tidak tersisa iman sedikit pun kecuali namanya saja. Tidak tersisa Islam sedikit pun kecuali ritual-ritualnya saja. Tidak tersisa Al-Quran sedikit pun kecuali pelajarannya saja. Masjid-masjid mereka makmur dan damai, akan tetapi hati mereka kosong dari petunjuk. Ulama-ulama mereka menjadi makhluk Allah yang paling buruk di permukaan bumi. Kalau terjadi zaman seperti itu, Allah akan menyiksa mereka dan menimpakan kepada mereka berbagai bencana : Kekejaman para penguasa, kekeringan masa, dan kekejaman para pejabat serta pengambil keputusan."
Maka takjublah para sahabat mendengar pembicaraan Nabi. Mereka bertanya, "Wahai Rasul Allah, apakah mereka ini menyembah berhala ?"
Nabi menjawab, "Ya ! Bagi mereka, setiap serpihan dan kepingan uang menjadi berhala."
Dalam hadis di atas, Nabi meramalkan akan datang suatu zaman ketika manusia menjadikan uang sebagai berhala mereka. Setiap keping uang, setiap keping dirham, dolar dan rupiah ... menjadi berhala. Rasulullah menggambarkan dengan indah : Pada zaman itu, manusia mempertuhankan perutnya.
Kalau yang disebut Tuhan adalah sesuatu yang diikuti dan ditaati tanpa memikirkan alasan-alasan apa pun, maka orang akan menaati keinginan dan perut mereka dengan melakukan apa saja. Mereka mau menghabiskan malam seluruhnya hanya untuk mengisi perutnya. Dulu di zaman Rasulullah, orang-orang yang taat ibadah kepada Allah menghabiskan malamnya dengan menunaikan shalat malam (tahajjud). Nanti, akan datang suatu zaman ketika manusia begadang sepanjang malam, untuk kepentingan perutnya. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Seks menjadi kejaran mereka.
Mereka bertindak dan bekerja, dengan pikiran yang sepenuhnya terpusat ke arah itu. Tumpukan uang menjadi agama mereka. Kemuliaan seseorang pada zaman itu, diukur berdasarkan kekayaannya. Manusia memberikan penghormatan kepada orang yang memiliki banyak kekayaan. Maka di saat seperti itu, manusia berlomba-lomba menumpuk kekayaan untuk menunjukkan kemuliaan dan kehormatan mereka di tengah-tengah masyarakat.
Pada waktu itu, kata Rasulullah, iman hanya tinggal namanya saja. Islam hanya tinggal upacara ritualnya saja. Al-Quran hanya tinggal pelajarannya saja. Orang-orang mungkin ramai belajar Al-Quran, tetapi tidak mencoba hidup dengan ajaran Al-Quran. Mereka mungkin membaguskan suara Al-Quran, tetapi tidak membaguskan akhlak mereka dengan ajaran Al-Quran. Nabi saw juga mengatakan bahwa masjid-masjid pada masa itu ramai. Akan tetapi, hati penghuninya kosong dari petunjuk Allah. Ulama-ulama yang membimbing mereka, hanya dihormati karena pakaiannya saja.
Dalam riwayat yang lain, Nabi mengatakan bahwa :
"Orang tidak mengenal ulama kecuali karena pakaiannya yang khas, dan bukan karena ilmu serta akhlaknya. Orang tidak mengenal Al-Quran kecuali dengan suaranya yang baik. Mereka tidak beribadah kepada Allah kecuali di bulan Ramadhan saja. Bila ulama-ulamanya sudah seperti itu, dan bila umat Muslim hanya bersungguh-sungguh melakukan ibadah di bulan Ramadhan saja, maka mereka akan diberi penguasa yang tidak memiliki ilmu. Tidak ingin memaafkan rakyatnya. Dan tidak mempunyai kasih sayang kepada rakyatnya pula."
Takjub mendengarkan ucapan Rasulullah yang melukiskan keadaan zaman itu, para sahabat pun bertanya : "Wahai Rasul Allah, apakah mereka menyembah berhala ?" Nabi menjawab : "Benar. Hanya saja berhalanya bukanlah berhala yang dipahat dalam bentuk makhluk-makhluk tertentu. Berhalanya adalah uang. Mereka menyembah, mengabdi, dan mencurahkan seluruh hidupnya untuk uangnya."
Lalu Rasulullah saw bersabda :
"Nanti pada akhir zaman, ada sekelompok orang dari umatku yang datang ke masjid. Mereka duduk dalam barisan yang rapat. Mereka berzikir. Namun zikir mereka adalah dunia, dan kecintaan mereka terpaut pada dunia. Janganlah kamu duduk bersama mereka, karena Allah tidak berkepentingan dengan mereka."
Kalau dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis di atas, Nabi menceritakan pada kita tentang suatu zaman ketika manusia mencintai dunia dengan amat berlebihan, dan ketika mereka menjadikan dinar dan dirham sebagai berhala-berhala mereka ... maka beliau juga mengingatkan kita bahwa begitu cintanya manusia nanti di akhir zaman pada dunia, sampai-sampai mereka menjalankan ibadah sekali pun, demi kepentingan dunia mereka.
Di dalam Ihya Ulumuddin, ketika menjelaskan ibadah haji, Imam al-Ghazali meriwayatkan sebuah hadis tentang situasi ibadah haji di akhir zaman. Rasulullah saw bersabda :
"Nanti di akhir zaman, ada empat macam orang menjalankan ibadah haji dari empat macam golongan masyarakat. Mereka adalah penguasa, pedagang, orang miskin dan para ulama. Penguasa akan menjalankan ibadah haji sebagai sejenis pesiar atau wisata. Pedagang akan menunaikan haji untuk kepentingan bisnis mereka. Orang miskin menunaikan haji untuk mengemis. Para ulama menunaikan haji hanya untuk memperoleh popularitas."
Jadi keempat golongan di atas, menunaikan ibadah haji hanya demi kepentingan dunia mereka semata. Mereka memang berzikir. Hanya saja, sebagaimana disabdakan Rasulullah, zikir mereka adalah dunia. Memang ada kecintaan di hati mereka. Akan tetapi, dalam hati mereka, kecintaan pada dunia jauh lebih besar dari kecintaan pada Allah. Mudah-mudahan Allah swt mencabut kecintaan kita pada dunia, dan memusatkan hati kita untuk lebih mencintai-Nya.
Saya akan menyebutkan salah satu obat untuk mengurangi kecintaan pada dunia. Meninggalkan dunia tidak berarti bahwa kita harus meninggalkan pekerjaan, tidak mencari nafkah, dan tidak bekerja keras. Mencari harta yang halal, diperintahkan oleh Allah swt. Malahan menurut Rasulullah, orang yang payah dalam mencari nafkah, bekerja keras dan kurang tidur demi mencari nafkah yang halal, beroleh pahala yang bisa menghapus dosa-dosanya. Rasulullah juga menyatakan bahwa ada dosa-dosa yang tidak bisa dihapus dengan apapun, kecuali dengan kesusahan dan kepayahan mencari nafkah.
Obat untuk menghilangkan kecintaan pada dunia adalah bahwa kita bekerja keras untuk mencari nafkah dan harta. Akan tetapi, kita juga tidak ragu-ragu untuk membagikannya kepada orang lain. Sebagian dari rezeki Allah itu kita bagikan, dan distribusikan untuk membahagiakan sesama manusia.
Ujilah kecintaan kita pada dunia manakala Allah memanggil kita untuk mengorbankan harta kita demi kepentingan agama Allah, demi kepentingan umat Muslimin, dan demi menolong orang-orang yang mendapat musibah dan kesusahan. Kalau kita masih saja menahan harta kita ketika Allah memintanya, maka hal itu membuktikan bahwa kita lebih mencintai dunia ketimbang Allah SWT
- Dikutip dari Buku Kang Jalal “Meraih cinta Illahi” yang berjudul : Berhala Uang” karya KH. Jalaluddin Rakhmat dengan sedikit tambahan
Kisah inspiratif dari seberang "Maafkan aku Ibuku"
Kisah inspiratif dari seberang "Maafkan aku Ibuku"
Saat engkau hadir di dunia ini, Ibu mendekapmu erat dalam hangat peluknya.
Engkau mensyukurinya dengan menjerit sekencang mungkin.
Saat engkau berumur 1 tahun, Ibu menyusui dan memandikanmu.
Engkau mensyukurinya dengan tangisanmu yang membangunkannya di tengah malam.
Saat engkau berumur 2 tahun, Ibu melatihmu berjalan.
Engkau mensyukurinya dengan berlari menjauh saat Ibu memanggil.
Saat engkau berumur 3 tahun, Ibu membuatkan bubur untukmu dengan penuh cinta.
Engkau mensyukurinya dengan membanting mangkokmu ke lantai hingga berceceran.
Saat engkau berumur 4 tahun, Ibu memberimu pensil warna.
Engkau mensyukurinya dengan mencoreti permukaan meja makan.
Saat engkau berumur 5 tahun, Ibu memakaikan pakaian terbaik untukmu dan mengajakmu jalan-jalan. Engkau mensyukurinya dengan meloncat-loncat di atas genangan lumpur yang kau jumpai.
Saat engkau berumur 6 tahun, Ibu memasukkanmu ke sekolah dasar.
Engkau mensyukurinya dengan berteriak, "AKU TIDAK MAUU !!"
Saat engkau berumur 7 tahun, Ibu membelikanmu bola sepak.
Engkau mensyukurinya dengan menyepaknya kuat-kuat hingga memecahkan kaca jendela tetanggamu.
Saat engkau berumur 8 tahun, Ibu membelikanmu es krim.
Engkau mensyukurinya dengan menumpahkannya ke pangkuanmu.
Saat engkau berumur 9 tahun, Ibu membayarkan kursus piano untukmu.
Engkau mensyukurinya dengan tak pernah serius berlatih.
Saat engkau berumur 10 tahun, Ibu mengantarkanmu bermain bola, berolahraga dan ke pesta ulang tahun temanmu.
Engkau mensyukurinya dengan melompat keluar dari mobil tanpa berpamitan.
Saat engkau berumur 11 tahun, Ibu mengajak engkau dan temanmu ke bioskop.
Engkau mensyukurinya dengan menyuruh Ibu duduk di barisan yang berbeda.
Saat engkau berumur 12 tahun, Ibu mengingatkanmu untuk tidak menonton acara TV tertentu.
Engkau mensyukurinya dengan menunggu hingga Ibu keluar rumah.
Belasan tahun kemudian,
Saat engkau berumur 13 tahun, Ibu menyuruhmu memotong rambut.
Engkau mensyukurinya dengan mengatakan bahwa Ibu tidak mengerti mode.
Saat engkau berumur 14 tahun, Ibu membayarkan kemah remaja selama sebulan untukmu.
Engkau mensyukurinya dengan tak pernah menceritakan kabarmu selama itu.
Saat engkau berumur 15 tahun, Ibu pulang dari kantor, mencari pelukanmu.
Engkau mensyukurinya dengan menutup dan mengunci pintu kamarmu.
Saat engkau berumur 16 tahun, Ibu mengajarkan padamu cara mengendarai mobil.
Engkau mensyukurinya dengan memakai mobil setiap ada kesempatan.
Saat engkau berumur 17 tahun, Ibu menunggu telepon penting.
Engkau mensyukurinya dengan bertelepon ria sepanjang malam.
Saat engkau berumur 18 tahun, Ibu menangis haru pada hari kelulusanmu.
Engkau mensyukurinya dengan berpesta pora bersama temanmu hingga fajar menjelang.
Ketika tubuh ibumu bertambah lemah, semakin tua ...
Saat engkau berumur 19 tahun, Ibu membayari biaya kuliahmu, mengantarkanmu ke kampus dan membawakan barang-barangmu.
Engkau mensyukurinya dengan berpamitan sedemikian rupa, agar tak nampak Ibu memelukmu di depan teman-temanmu.
Saat engkau berumur 20 tahun, Ibu bertanya sudahkah engkau mempunyai pacar ?
Engkau mensyukurinya dengan menjawab, "Bukan urusanmu."
Saat engkau berumur 21 tahun, Ibu menyarankanmu bekerja di bidang ini-itu kelak.
Engkau mensyukurinya dengan menjawab, "Aku tidak mau seperti Ibu."
Saat engkau berumur 22 tahun, Ibu memelukmu saat tibanya hari wisudamu.
Engkau mensyukurinya dengan minta hadiah tur ke Eropa.
Saat engkau berumur 23 tahun, Ibu memberikan perabotan untuk rumah kontrakanmu.
Engkau mensyukurinya dengan mengatakan pada temanmu, perabotan itu jelek.
Saat engkau berumur 24 tahun, Ibu bertemu dengan pacarmu dan menanyakan rencana pernikahanmu. Engkau mensyukurinya dengan melotot dan menggeram, "Ibuu ... nantilah !"
Saat engkau berumur 25 tahun, Ibu membantu biaya pesta pernikahanmu dan Ibu menangis bahagia, serta mengatakan betapa besar cintanya padamu.
Engkau mensyukurinya dengan pindah ke luar kota.
Saat engkau berumur 30 tahun, Ibu memberi nasihat untuk perawatan anak-anakmu.
Engkau mensyukurinya dengan menjawab, "Sekarang zamannya sudah beda."
Saat engkau berumur 40 tahun, Ibu menelponmu dan mengingatkan akan acara perkumpulan keluarga. Engkau mensyukurinya dengan mengatakan bahwa engkau benar-benar sibuk sekarang.
Saat engkau berumur 50 tahun, Ibu jatuh sakit dan membutuhkan engkau untuk merawatnya.
Engkau mensyukurinya dengan menceritakan kisah orang tua yang menjadi beban bagi anak-anaknya.
Hingga kemudian, di suatu hari, Ibu meninggal.
Dan segala sesuatu yang tak pernah kau baktikan untuk Ibu setulusnya, menjelma menjadi penyesalan yang menyiksa dirimu seumur hidup, menghujam sampai lubuk hatimu bak halilintar.
Semuanya sudah terlambat.
Kini setiap saat tinggalah penyesalanmu "Maafkan aku ibuku"
-----------------------------------------------------------
Sebuah renungan terjemahan dari salah satu buku di Amerika.
Semoga Bermanfaat.
CURRICULUM VITAE (RESUME) of IBLIS LAKNATULLAH ‘ALLAIHI (semoga Allah melaknatnya)
CURRICULUM VITAE (RESUME) of IBLIS LAKNATULLAH ‘ALLAIHI (semoga Allah melaknatnya)
Assalamualaikum wr.wb
Muslimin Rahimakumullah.
Terlampir adalah CURRICULUM VITAE/ RESUME dari IBLIS LAKNATULLAH ‘ ALLAIHI (Semoga Allah melaknatnya) yang saya kutip dengan sedikit tambahan dari Buku Ustadz Quraish Shihab “Yang Tersembunyi dalam Al Qur’an dan As Sunnah”.
Allah SWT berfirman dalam Surah ke-35. Faathir ayat 6.
" Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala".
Semoga kita semua dijauhkan dari Iblis Laknatullah 'alaihi dan lulus sebagai orang2 yang beriman dan beramal shaleh serta kelak menjadi Penghuni Surga Al Jannah. Amiin
Semoga bermanfaat ya.
Syukran & Wassalam,
IPH
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
CURRICULUM VITAE (RESUME)
of
IBLIS LAKNATULLAH ‘ ALLAIHI
OBJECTIVES :
Melamar ummat manusia (anak cucu Adam a s) agar kufur / ingkar kepada Allah SWT
dan mengajak serta menjerumuskan sebanyak-banyak manusia agar masuk Neraka
Jahanam.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DATA PRIBADI / BIODATA
-----------------------------------
Nama : IBLIS alias SETAN
Gelar : LAKNATULLAH ‘ ALLAIHI (semoga Allah melaknatnya)
Tgl lahir : Tahun pertama Perintah Allah agar Iblis sujud kepada Adam a s
Alamat : Di dalam hati orang-orang yang lengah dan lemah imannya;
Warganegara : Dunia
Agama : Kekufuran, Kemusyrikan dan Kemunafikan.
Pekerjaan : Pengasuh semua ummat manusia anak cucu Adam as yang sesat dan dimurkai
Allah SWT.
Pangkat/Gol. : Pembangkang Utama Kelas I
Jabatan : Panglima Tertinggi Kekufuran dan Kesyirikan serta Pimpinan Umum orang-orang
yang dimurkai Allah dan sesat
Singgasana : Di atas air
Masa Kerja : Sejak kelahiran Nabi Adam a.s sampai datangnya hari Kiamat.
Modal kerja : Penipu Ulung dan Pembohong Nomor wahid
Cara Kerja : Merayu manusia secara bertahap dari dosa yang kecil, hingga Syirik dan kufur
kepada`Allah SWT.
Bawahan : Setan jin dan setan manusia
Partner Kerja : Orang yang diam dari kebenaran
Agen Utama : Dukun dan paranormal
Sarana Kerja : Melalui Harta kekayaan, kedudukan/Jabatan, Seks dan semua Kegemerlapan dan
hiasan dunia lainnya serta kenikmatan sesaat.
Sumber rezeki: Semua yang diharamkan oleh Allah SWT.
Tempat operasi: Night club, Diskotek, Motel/Hotel, Panti Pijat, Mall, Pasar, WC/Toilet, Dapur dan
tempat-tempat yang kotor serta rumah yang tidak disebut nama Allah ketika
memasukinya
Hobi : Menyesatkan dan menjerumuskan seluruh ummat manusia agar kufur terhadap
Allah SWT;
Cita-cita : Seluruh ummat manusia Kufur dan masuk Neraka Jahanam secara kekal abadi.
Istri : Semua wanita yang hobi telanjang dan pamer aurat.
Anak / Cucu : Yang kufur, musyrik dan durhaka kepada orangtuanya
Yang ditakuti : Allah SWT dan RasulNya, Zikir dan Ayat Al Qur’an
Musuh utama : Allah SWT, Rasululllah, para Nabi dan orang-orang yang Beriman dan beramal
shaleh serta orang2 yang pandai bersyukur.
Sahabat utama: Semua Paranormal/Dukun/Tukang sihir, dan orang2 yang Kafir, Musyrik, Munafik,
Orang2 yang Sombong/Takabur dengan kekayaan dan kepintarannya, Rakus,
Pelit/bakhil, pembohong, pezina, Koruptor, tukang Ghibah (Gossip), pembunuh,
pemakan riba, orang2 yang durhaka kepada orangtua, dan orang-orang yang ingin
hidup kekal.
Motto : Kemunafikan adalah akhlak yang paling utama
Hobi : Menyesatkan manusia dan menjerumuskan ke dalam dosa
Lukisan kesayangan : Tato
Mata pencaharian : Mencari harta yang haram
Makanan favorit : Bangkai manusia (ghibah)
Tempat favorit : Tempat-tempat najis dan tempat maksiat
Tempat yang dibenci : Masjid, Majelis ilmu / Pengajian, Majelis Zikir dan tempat-tempat yang
membawa ketaatan
Kekuasaan : Nihil (Tidak ada kekuasaan sama sekali)
Kemampuan : Lemah
Wewenang : Merayu ummat manusia agar kufur dan musyrik serta berbuat dosa melalui semua
kesenangan dan kenikmatan dunia;
Alat Komunikasi: ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta dan melalui rasa was was dan
mengumpat
Yang paling disukai : Pemutusan Hubungan antara Tuhan dan manusia
Kepribadian : Angkuh dan sombong
Bentuk fisik : Tidak dapat dilihat, kalaupun ada yang pernah melihat pastilah bukan wujud
aslinya.
Jurus Andalan :
1. Memoles kebathilan
2. Menamakan Maksiat dengan nama yang indah
3. Menamakan Ketaatan dengan nama yang tidak disukai
4. Masuk melalui pintu yang disukai manusia
5. Menyesatkan manusia secara bertahap
6. Menghalang-halangi manusia dari kebenaran
7. Berlagak sebagai penasihat
Kelemahan :
1. Tidak berkutik di hadapan orang yang ikhlas
2. kewalahan menghadapi orang yang berilmu
3. Lari dari suara adzan dan suara zikir
4. Lari dari rumah yang dibacakan AL Qur'an
5. Menyingkir dari orang yang berdzikir kepada Allah
6. Menangis ketika melihat orang bersujud kepada Allah
------------------------------------------------------------------------------------
Dikutip tanpa izin dari : Buku Ustadz Quraish Shihab “Yang Tersembunyi dalam Al Qur’an dan As Sunnah”, Lentera, Cet 1, 2006, Halaman 278 dengan sedikit tambahan.
Semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum wr.wb
>





